24 Juni 2024

Tujuan Pendidikan dan Pengajaran

Tujuan pendidikan Pondok Pesantren Adlaniyah adalah membentuk pribadi beriman, bertakwa dan berakhlaq karimah yang dapat mengabdi pada umat dengan penuh keikhlasan dan berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat.

Secara garis besar, arah dan tujuan pendidikan dan pengajaran di Pondok Pesantren Adlaniyah adalah.

  1. Pendidikan Kemasyarakatan
  2. Kesederhanaan
  3. Tidak Berpartai
  4. Menuntut ilmu karena Allah.
1. Pendidikan Kemasyarakatan

Berlandaskan semboyan, “Muslim yang berbaur dengan orang lain dan bersabar dalam menghadapi mereka, lebih baik daripada muslim yang tidak berbaur dengan manusia dan tidak bersabar atas penderitaan mereka,” Pondok Pesantren Adlaniyah menjadi laboratorium kehidupan bagi santri-santrinya. Berbagai macam hal yang akan dihadapi santri di masyarakat, dikenalkan kepada mereka sejak dini.

Penugasan adalah salah satu metode pendidikan di Pondok Pesantren Adlaniyah. Santri tidak hanya diberi ilmu, tapi juga diberi ladang untuk mengaplikasikannya, dengan bimbingan dan pengawasan ketat dari para guru. Bentuk penugasan dan pendidikan kemasyarakatan tersebut tercermin dengan dibentuknya organisasi santri intern, yaitu; Organisasi Santri Pesantren Adlaniyah (OSPA)

Organisasi itu, bukan hanya penting dalam mendidik santri, tapi bahkan telah menjadi denyut kehidupan santri sendiri. Berbagai kepentingan santri ditangani oleh santri sendiri. Para santri ditempa dalam organisasi tersebut dengan sikap disiplin, tanggungjawab, semangat pengabdian dan kebersamaan. Mereka juga dilatih berorganisasi sehingga mampu  menjadi pemimpin yang membawa masyarakat ke arah kemajuan.

2. Kesederhanaan

Pondok Pesantren Adlaniyah mendidik para santrinya untuk hidup dengan sederhana. Sikap kesederhanaan yang berarti menjalani pola hidup wajar dan tidak berlebihan. Sederhana tidak berarti pasif, tidak juga berarti miskin atau melarat. Justru dalam jiwa kesederhanaan itu terdapat nilai-nilai kekuatan, kesanggupan, ketabahan dan penguasaan diri dalam menghadapi perjuangan hidup.

Kesederhanaan tidak berarti miskin dan tidak berarti mendidik untuk menjadi miskin, bahkan sebaliknya, kesederhanaan memungkinkan santri untuk hidup jujur serta bersih, qanaah, dan sehat secara jasmani dan rohani.  Dibalik kesederhanaan itulah terdapat kekuatan tekad, ketabahan, keuletan, dan rasa prihatin terhadap penderitaan.

Allah berfirman: 

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (QS. Al-Furqon: 67)

Rasulullah Saw. Bersabda:

Makanlah, Minumlah, dan kenakanlah pakaian, dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak kikir. (HR. Ahmad)

3. Tidak Berpartai

Pondok Pesantren Adlaniyah adalah lembaga pendidikan murni yang tidak berafiliasi kepada partai politik ataupun organisasi kemasyarakatan apapun. Sehingga para pemuda yang berasal dari latar belakang organisasi apapun dapat menjadi santri Pondok Pesantren Adlaniyah dan menuntut Ilmu di dalamnya.

Dengan semboyan “Pondok Pesantren Adlaniyah di atas dan untuk semua golongan,” lembaga ini mendidik santrinya untuk menjadi perekat ummat yang berpikiran bebas. Dan dengan terbebasnya Pondok Pesantren Adlaniyah dari muatan politis dan kepentingan golongan, jiwa keikhlasan dalam belajar dan mengajar dapat mengakar di jiwa para santri dan guru.

Dengan jalan demikian, sekeluar anak dari didikan Pondok Pesantren Adlaniyah, mereka bebas dalam memilih faham / aliran, tanpa mengurangi prinsipnya sebagai seorang mukmin. 

4. Menuntut Ilmu Karena Allah

Pondok Pesantren Adlaniyah memiliki sikap bahwa pendidikan adalah sarana untuk ibadah thalabul Ilmi. Hal ini tercermin dalam langkah Pondok Pesantren Adlaniyah untuk mendidik santrinya dengan pendidikan berbasis kecakapan mental. Pondok Pesantren Adlaniyah berkeyakinan bahwa dengan menanamkan mental skill yang kuat, maka para santrinya memiliki jiwa kemandirian yang tinggi.

Dengan demikian, Pondok Pesantren Adlaniyah mendidik santrinya untuk lebih mencintai ilmu. Karena menuntut ilmu merupakan bentuk ibadah kepada Allah.

Allah Swt berfirman dalam Al-Quran:

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya, hanyalah ulama. (QS. Al-Fathir: 28)

Dalam ayat lain, Allah Swt menjanjikan kedudukan yang tinggi bagi mereka yang memiliki ilmu. Firmannya:

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS. Al Mujadilah: 11)

Allah Swt. berfirman

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (Az-Zumar: 9)

Rasulullah Saw. pun menganjurkan umatnya agar selalu haus akan ilmu. Sabdanya:

Menuntut ilmu adalah wajib bagi seluruh muslim. Dan segala sesuatu, sampai ikan-ikan paus di lautan, akn memintakan ampunan bagi seorang yang menuntut ilmu.